Banyuwangi, 2 Juli 2026 – Kurangnya perhatian terhadap perbaikan infrastruktur memicu aksi protes kreatif sekaligus menyentuh dari warga Dusun Pelantaran, Desa Bayu, Kecamatan Songgon. Di tengah kerusakan jalan yang sudah berlangsung bertahun-tahun, warga memilih “menanam” pohon pisang di jalan berlubang sebagai simbol kekecewaan mendalam.
Kondisi jalur penghubung Dusun Pelantaran menuju Kantor Desa Bayu sungguh memprihatinkan. Sebagian besar permukaan aspal sudah hancur, dipenuhi lubang besar dan serpihan batu seperti pasir, Di beberapa titik bahkan terlihat genangan air keruh yang tak kunjung surut. Warga pun menyindir, kondisi jalan tersebut justru lebih layak dijadikan lahan pertanian daripada jalur lalu lintas.
“Daripada dibiarkan jadi kubangan dan jebakan bagi pengendara, mending sekalian tanam pisang di tengah jalan. Padahal sudah bertahun-tahun tidak disentuh untuk perbaikan dari pemerintah,” ujar salah satu warga yang sedang berkebun di sekitar lokasi.
Kerusakan jalan ini bukan masalah baru. Warga mengaku sudah menunggu perbaikan selama bertahun-tahun namun tak ada tindakan nyata. Selain menghambat akses warga menuju kebun dan anak-anak yang berangkat ke sekolah, kondisi jalan yang tidak rata sangat membahayakan keselamatan pengendara sepeda motor maupun kendaraan roda empat.
“Ini bukan baru rusak kemarin. Sudah bertahun-tahun sarana jalan di sini dibiarkan begitu saja, belum ada upaya perbaikan dari pemerintah desa dan daerah,” tambah warga lainnya.
Aksi “berkebun di tengah jalan” ini dimaksudkan untuk menarik perhatian Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, khususnya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), agar segera turun tangan memperbaiki ruas jalan desa yang sangat dibutuhkan warga ini.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Dinas PUPR Banyuwangi terkait kapan ruas jalan ini terakhir kali diperbaiki maupun jadwal penanganan ke depannya.
(Spr)





