Mandailing Natal 11/08/2026 Global Investigasi news.my.id
Pemilik Akun Mintarno Mintarno Sampaikan Permohonan Maaf, Kapolsek Batahan dan Camat Sinunukan Turun Pastikan Kondisi berita tersebut
SINUNUKAN 10/08/2026
Sebuah video yang memperlihatkan anak-anak bermain di sekitar parit berlumpur seakan tenggelam dan wajah si anak di blur sempat membuat masyarakat resah, narasi yang beredar di media sosial menimbulkan kesan seolah-olah telah terjadi korban anak terjebak lumpur dalam kondisi membahayakan.
Setelah dilakukan pengecekan ke lokasi, informasi tersebut ternyata tidak seperti kesan yang muncul dalam unggahan awal.
Pemilik akun media sosial Mintarno Mintarno kemudian menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat atas tulisan atau narasi yang menyertai video tersebut. Menurutnya, video itu pada awalnya bertujuan sebagai imbauan kepada para orang tua agar tidak membiarkan anak-anak bermain tanpa pengawasan.
Berdasarkan kronologis yang diperoleh, saat ibu sang anak pergi mengikuti kegiatan pengajian mingguan atau wirid, anak tersebut justru ikut keluar bermain bersama teman-temannya.
Anak yang masih berusia sekitar empat tahun itu kemudian bersama sejumlah teman menuju parit di sekitar lokasi pengajian, mereka bermain dan mandi-mandi di sekitar parit yang kondisinya berlumpur.
Salah seorang warga yang melihat aktivitas anak-anak tersebut kemudian mengambil video untuk dijadikan konten media sosial, tujuan awalnya adalah memberikan edukasi dan mengingatkan para orang tua agar lebih memperhatikan anak-anak ketika bermain di luar rumah.
Namun, karena narasi yang dituliskan dalam unggahan tersebut seakan menggambarkan adanya korban yang terjebak lumpur, informasi tersebut akhirnya menimbulkan kegaduhan dan kekhawatiran di tengah masyarakat.
Menyadari adanya kesalahpahaman tersebut, Mintarno Mintarno selaku pemilik akun menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat dan menjelaskan kondisi sebenarnya.
Kapolsek dan Camat Turun ke Lokasi
Untuk memastikan informasi yang beredar, Kapolsek Batahan AKP Jaresman Sitinjak SH MH bersama Camat Sinunukan Abdi Putra Pulungan SH MH turun langsung ke lokasi.
Keduanya melakukan pengecekan dan memastikan kondisi sebenarnya terkait video yang beredar di masyarakat.
Dari pengecekan tersebut, persoalan tersebut lebih kepada aktivitas anak-anak yang bermain di sekitar parit berlumpur, bukan sebagaimana kesan yang muncul dari narasi awal video.
Kapolsek Batahan AKP Jaresman Sitinjak SH MH. juga menyampaikan imbauan agar masyarakat, khususnya para orang tua, meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak ketika bermain di luar rumah.
Menurutnya, anak-anak usia dini sangat membutuhkan pendampingan karena belum mampu sepenuhnya memahami risiko lingkungan di sekitarnya.
Kapolsek Soroti Aktivitas Dompeng
Di sisi lain, keberadaan parit dan kondisi lingkungan yang berpotensi membahayakan anak-anak juga menjadi perhatian.
Kapolsek Batahan AKP Jaresman Sitinjak SH MH kembali mengimbau agar aktivitas tambang dompeng yang dapat merusak lingkungan dan menciptakan lubang maupun kubangan berbahaya dihentikan.
Hal senada disampaikan Camat Sinunukan Abdi Putra Negara Pulungan SH MH, yang mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang dapat membahayakan keselamatan, khususnya anak-anak.
Persoalan ini menjadi pengingat bersama bahwa keselamatan anak bukan hanya tanggung jawab orang tua, tetapi juga membutuhkan kepedulian seluruh masyarakat.
Peristiwa tersebut sekaligus memberikan pelajaran penting bagi para pengguna media sosial agar lebih berhati-hati dalam membuat narasi sebuah konten. Imbauan yang baik dapat berubah menjadi keresahan apabila informasi yang disampaikan tidak menggambarkan kondisi sebenarnya.
Karena itu, masyarakat diharapkan tidak langsung menyimpulkan atau menyebarkan informasi sebelum memastikan kebenarannya.
Yang terpenting, anak-anak harus mendapatkan pengawasan, lingkungan harus dijaga, dan setiap informasi yang disebarkan hendaknya mengedepankan fakta agar tidak m




